Rasa syukur atas kelahiran bayi
Momen hadirnya buah hati merupakan kebahagiaan luar biasa bagi setiap orang tua. Dalam ajaran Islam, rasa syukur atas kelahiran bayi ini disyariatkan melalui ibadah aqiqah. Selain sebagai wujud syukur, aqiqah juga menjadi sarana menebus “gadaian” sang bayi agar tumbuh menjadi anak yang berkah.
Bagi Anda yang sedang mempersiapkan kelahiran atau baru saja dikaruniai buah hati, berikut adalah 3 langkah utama pelaksanaan aqiqah yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

1. Menyembelih Hewan Aqiqah
Langkah paling utama dalam ibadah ini adalah menyembelih hewan ternak, umumnya berupa kambing atau domba. Pelaksanaan penyembelihan disunnahkan pada hari ke-7 setelah kelahiran bayi. Jika berhalangan, bisa dilakukan pada hari ke-14, ke-21, atau kapan pun saat orang tua mampu sebelum anak baligh.
Ketentuan Hewan Aqiqah:
* Jumlah: 2 ekor kambing/domba untuk bayi laki-laki, dan 1 ekor untuk bayi perempuan.
* Kondisi Hewan: Sehat, tidak cacat, dan sudah cukup umur (sekitar 1 tahun).
* Pembagian Daging: Berbeda dengan daging kurban yang disunnahkan dibagikan dalam kondisi mentah, daging aqiqah disunnahkan untuk dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada kerabat, tetangga, maupun fakir miskin.
2. Memberikan Nama yang Baik untuk Bayi
Nama bukan sekadar identitas, melainkan doa yang akan melekat sepanjang hidup anak. Memberikan nama yang baik (tasmiyah) disunnahkan dilakukan pada hari ke-7 bersamaan dengan pelaksanaan aqiqah.
Tips Memilih Nama Sesuai Sunnah:
* Gunakan nama-nama yang memiliki arti positif, harapan, dan doa keselamatan.
* Sangat dianjurkan menggunakan nama yang diawali dengan ‘Abd yang dihubungkan dengan Asmaul Husna (seperti Abdullah atau Abdul Rahman) atau nama-nama para nabi dan sahabat.
* Hindari nama yang mengandung makna buruk, sombong, atau mengagungkan selain Allah SWT.

3. Menggundul Rambut Bayi
Langkah terakhir yang melengkapi prosesi aqiqah adalah mencukur atau menggundul habis rambut bayi. Cukuran ini dilakukan secara menyeluruh dan tidak boleh disisakan sebagian (raja’).
Tata Cara dan Keutamaan:
* Pencukuran: Lakukan dengan lembut dan hati-hati agar tidak melukai kulit kepala bayi yang masih sensitif.
* Sedekah Senilai Perak: Setelah rambut dicukur bersih, kumpulkan potongan rambut tersebut lalu timbang beratnya. Hasil timbangan tersebut kemudian dikonversikan ke dalam satuan gram perak, lalu nominal uangnya disedekahkan kepada yang membutuhkan.

Harapan Shohibul Aqiqah
Pelaksanaan aqiqah yang tepat sesuai dengan tata cara syariat tidak hanya menggugurkan kewajiban orang tua, tetapi juga mengalirkan keberkahan awal bagi kehidupan sang anak. Semoga pelaksanaan aqiqah buah hati Anda berjalan lancar dan mendatangkan kebaikan bagi keluarga.



